responsive img
Umar Bin Khatab RA

Umar Bin Khatab RA

30

Apr

'Umar bin Khattab عمر بن الخطاب Al-Faruq[1] Rashidun Caliphs Umar ibn Al-Khattāb - عُمر بن الخطّاب ثاني الخلفاء الراشدين.svg ‘Umar ibn Al-Khaṭṭāb radhiallahu 'anhu Khalifah Berkuasa 23 Agustus 634 — 3 November 644 (10 tahun, 72 hari) Pendahulu Abu Bakar Penerus 'Utsman bin 'Affan Lahir 584 Makkah, Jazirah Arab Wafat 3 November 644 (26 Dzulhijjah 23 H)[2] Madinah, Jazirah Arab Pemakaman Masjid Nabawi[3], Madinah Suku Quraisy (Bani 'Adi) Nama lengkap ‘Umar ibn Al-Khaṭṭāb Arab: عمر بن الخطاب‎ Nama dan tanggal periode Khulafaur Rasyidin: 632–661 Ayah Khattab bin Nufail Ibu Hantamah binti Hisyam[4] Pasangan Zainab binti Mazh-un Ummu Kultsum binti Jarwal Quraiba binti Abu 'Umayya Jamilah binti Tsabit 'Atikah binti Zaid Ummu Hakim binti al-Harits Ummu Kultsum binti Abu Bakar[5] Anak 'Abdullah 'Ashim Hafshah Agama Islam Kekuasaan khalifah Umar pada masa puncaknya, 644 'Umar bin Khattab (Arab: عمر بن الخطاب‎; sekitar 584 – 3 November 644) adalah khalifah kedua yang berkuasa pada tahun 634 sampai 644. Dia juga digolongkan sebagai salah satu Khulafaur Rasyidin. 'Umar merupakan salah satu sahabat utama Nabi Muhammad dan juga merupakan ayah dari Hafshah, istri Nabi Muhammad. Dalam sudut pandang Sunni, 'Umar termasuk salah satu pemimpin yang hebat dan suri teladan dalam masalah keislaman[6] dan beberapa hadits menyebutkan dirinya sebagai sahabat Nabi paling utama setelah Abu Bakar.[7][8] 'Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad yaitu Al-Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Namun di sisi lain, 'Umar cenderung dipandang negatif dalam perspektif Syi'ah.[9] Pada masa kepemimpinannya, kekhalifahan menjadi salah satu kekuatan besar baru di wilayah Timur Tengah. Selain menaklukan Kekaisaran Sasaniyah yang sudah melemah hanya dalam kurun waktu dua tahun (642–644), 'Umar berhasil mengambil alih kepemimpinan dua pertiga wilayah Kekaisaran Romawi Timur.[10] Perluasan wilayah ini juga diikuti berbagai pembaharuan. Dalam bidang pemerintahan dan politik, departemen khusus dibentuk sebagai tempat masyarakat dapat mengadu mengenai para pejabat dan negara. Pembentukan Baitul Mal menjadi salah satu pembaharuan 'Umar dalam bidang ekonomi. Segala capaiannya menjadikan 'Umar sebagai salah satu khalifah paling berpengaruh sepanjang sejarah.